MUBA,TRCNEWS.ID — Proyek pembuatan drainase di Dusun 2, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan kembali menuai sorotan publik.
Setelah sebelumnya dikeluhkan warga, kini LSM Gempita Muba turut menyoroti pengerjaan proyek tersebut dan meminta pemerintah serta pihak terkait memperketat pengawasan.
Hasil peninjauan lapangan menunjukkan adanya beberapa titik drainase yang diduga dikerjakan tidak sesuai standar. Pada beberapa bagian tampak permukaan tidak rata, memunculkan dugaan bahwa pekerjaan dilakukan secara asal-asalan dan minim kontrol teknis.
Ketua LSM Generasi Muda Peduli Tanah Air (Gempita) Muba, Mauzan atau yang akrab disapa Bonang, menegaskan bahwa setiap pembangunan yang menggunakan anggaran daerah harus memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat.
“Proyek seperti ini seharusnya diawasi ketat. Jika kualitasnya buruk, dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Jangan sampai anggaran habis, tapi hasilnya jauh dari layak,” ujar Bonang, Sabtu (15/11/2025).
Ia mendesak instansi terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk memastikan apakah spesifikasi pekerjaan sudah sesuai dengan kontrak.
“Kami mendorong pemerintah turun langsung ke lokasi, lakukan pengecekan, dan bila ditemukan kesalahan, segera diperbaiki. Pengawasan harus ditingkatkan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegasnya.
Gempita Muba juga menyatakan akan menggelar aksi dan melaporkan proyek tersebut ke aparat penegak hukum apabila tim investigasi mereka menemukan adanya penyimpangan, terutama terkait kualitas pekerjaan.
Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan tersebut merupakan program Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Muba dengan nilai anggaran Rp398.000.000 dan dikerjakan oleh CV Ferry Putra Halim.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor maupun instansi teknis belum memberikan keterangan resmi. Warga dan LSM Gempita Muba menegaskan akan terus memantau perkembangan pengerjaan agar hasilnya benar-benar bermanfaat dan sesuai standar pembangunan.(**)











