MUBA,TRCNEWS.ID – Sejumlah massa menggelar aksi unjuk rasa terkait penanganan kasus illegal drilling dan peredaran minyak ilegal di Kabupaten Musi Banyuasin. Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan beberapa tuntutan kepada Polres Musi Banyuasin terkait penanganan sejumlah kasus yang terjadi di wilayah tersebut.
Salah satu tuntutan yang disampaikan yakni meminta Polres Musi Banyuasin mengungkap secara transparan kasus ledakan sumur minyak ilegal di wilayah Kali Berau yang menyebabkan enam orang meninggal dunia. Massa juga meminta seluruh pihak yang terlibat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Selain itu, massa turut menyoroti insiden kebakaran dan tabrakan mobil tangki yang diduga mengangkut minyak ilegal di wilayah Bayung Lencir pada Maret 2026 lalu. Dalam tuntutannya, massa meminta evaluasi terhadap jajaran di wilayah hukum setempat, termasuk Kapolsek Bayung Lencir.
Dalam orasinya, massa juga meminta adanya keterbukaan informasi terkait perkembangan sejumlah kasus illegal drilling di Musi Banyuasin, termasuk proses penyelidikan dan penanganan hukum yang sedang berjalan.
Massa aksi turut menyinggung beberapa insiden lain, seperti ledakan sumur minyak di Kecamatan Keluang serta ledakan lokasi penyulingan minyak ilegal di Sungai Angit. Mereka berharap aparat penegak hukum dapat memberikan informasi perkembangan penanganan kasus kepada masyarakat.
Aksi tersebut diterima oleh pihak Humas Polres Musi Banyuasin bersama perwakilan kepolisian. Kapolres Musi Banyuasin disebut sedang menghadiri kegiatan lain sehingga tidak dapat langsung menemui massa aksi.
Perwakilan kepolisian menyampaikan bahwa sejumlah poin tuntutan yang disampaikan massa saat ini telah dalam proses penanganan. “Beberapa poin tuntutan tersebut sudah kami proses dan saat ini masih dalam tahap pemanggilan saksi,” ujar perwakilan kepolisian saat menerima massa aksi.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan dalam kondisi tertib.(**)
Gelombang Aksi Soroti Penanganan Kasus Illegal Drilling di Muba




















